<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahlan Wa Sahlan Bihudluurikum Fi Ma'had Al Falah Dago Bandung....</title>
	<atom:link href="http://ponpesalfalah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com</link>
	<description>Seputar tentang Pondok Pesantren Al Falah Dago Bandung</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Feb 2010 17:11:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ponpesalfalah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ahlan Wa Sahlan Bihudluurikum Fi Ma'had Al Falah Dago Bandung....</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ponpesalfalah.wordpress.com/osd.xml" title="Ahlan Wa Sahlan Bihudluurikum Fi Ma&#039;had Al Falah Dago Bandung...." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ponpesalfalah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Minimal 12 Fan Ilmu</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/minimal-12-fan-ilmu/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/minimal-12-fan-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 17:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia Pesantren, khususnya Pesantren Salaf (baca:Tradisional), keilmuan seseorang sudah bisa dikatakan mapan ketika dia sudah mempelajari 12 bidang ilmu. Memang satu pesantren dengan yang lainnya kadang berbeda dalam mendefinisikan 12 tersebut. Tapi, penulis mendapatkan satu sumber 12 fan ilmu itu yang dikemas dalam Bahar Basith (penjelasan tentang jenis Bahar nanti menyusul ). Penulis sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=149&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia Pesantren, khususnya Pesantren Salaf (baca:Tradisional), keilmuan seseorang sudah bisa dikatakan mapan ketika dia sudah mempelajari 12 bidang ilmu. Memang satu <span id="more-149"></span>pesantren dengan yang lainnya kadang berbeda dalam mendefinisikan 12 tersebut. Tapi, penulis mendapatkan satu sumber 12 fan ilmu itu yang dikemas dalam Bahar Basith (penjelasan tentang jenis Bahar nanti menyusul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Penulis sendiri mendapatkan Nadhm tersebut ketika mondok di Pondok Pesantren Al Hijrah Assalafiyah di Purwakarta. </p>
<p>Nadhm tersebut adalah<br />
<em>Shorfun Bayanun Ma&#8217;ani Nahwu Qofiyatun    #    Syi&#8217;run Arudlun Isytiqoqun Khottun Insyaau<br />
Munadhoroh wa tsani &#8216;asyruha Lughot   #   tilkal &#8216;ulumu laha adabul asmaau</em></p>
<p>1. Shorfun = Shorof<br />
Ilmu ini membahas tentang morfologi suatu kalimah (kata) dalam bahasa arab. Perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain untuk menghasilkan ma&#8217;na yang dimaksud. Contoh dari Fi&#8217;il (kata kerja) Madli ke bentuk Fi&#8217;il Mudlori&#8217;, Mashdar (kata benda), Isim Fa&#8217;il (pelaku), Isim Maf&#8217;ul (kata benda objek), dan lainnya. Kitab Panduan yang digunakan biasanya Matan Bina, Kailany, Fathul Khobirul Latif, Nadhm Maqshud, dan Lamiyatul Af&#8217;al.</p>
<p>2. Bayanun = Bayan<br />
Lebih sukar dari ilmu Shorof, ilmu ini membahas tentang majas dan perumpaman dalam bahasa arab. Seperti halnya ilmu Shorof, ilmu ini juga hanya membahas satu kalimah (kata) tanpa melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya dalam penggunaan lafadh <em>Ashobi&#8217;ahum</em> dalam ayat<em>Yaj&#8217;aluun Ashobi&#8217;ahum fi adzaanihim </em> dalam surat Al Baqoroh. Kata <em>ashobi&#8217;ahum</em> tersebut tidak dima&#8217;nai sebagai &#8220;jari-jari mereka&#8221;, tapi dima&#8217;nai sebagai &#8220;ujung jari-jari mereka&#8221;. Karena gak mungkin toh memasukkan jari ke telinga, yang mungkin memasukkan ujungnya saja. Dalam ayat tersebut, ilmu Bayan menamainya dengan nama Majas, sering disebut termasuk bab <em>min ithlaaqil kul wairodatil juz </em>, yang disebutkan adalah bentuk keseluruhan (jari-jari), tapi yang dimaksud adalah sebagian (ujung jari-jari). </p>
<p>3. Ma&#8217;ani = Ma&#8217;ani<br />
Mirip dengan ilmu Bayan, ilmu ini juga terasa lebih sukar (memang semuanya sukar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Pembahasan ilmu ini lebih ke penambahan ma&#8217;na yang timbul karena terjadi perubahan susunan kalimah bahasa arab. Jadi, ilmu ini tidak hanya membahas satu kalimah saja, tapi melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya pembuangan Mubtada dari struktur Mubatada Khobar dalam bahasa arab. Salah satu ma&#8217;na yang timbul adalah untuk Memuliakan objek yang ditunjuk oleh Mubtada tersebut. </p>
<p>4. Nahwu = Nahwu<br />
Ilmu ini mungkin yang lebih sering terdengar berpasangan dengan ilmu Shorof. Biasanya orang bilang ilmu Nahwu Shorof. Memang fenomena itu sudah dari dulu diungkapkan oleh ulama dahulu. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa <em> As Shorfu Ummul &#8216;Ulum wa Nahwu Abuha. </em> Ilmu Shorof adalah ibunya segala ilmu dan Ilmu Nahwu adalah bapaknya. Ilmu ini membahas gramatikal bahasa arab seperti bagaimana status jabatan kalimah (kata) dalam suatu kalam (kalimat). Apakah dia menjadi Fa&#8217;il (pelaku/subjek), Maf&#8217;ul (objek), Na&#8217;at (sifat), dan lainnya. Seperti halnya ilmu Ma&#8217;ani, ilmu ini otomatis membahas keterkaitan suatu kalimah dengan kalimah yang lainnya. Contohnya lafadh <em>Ar Rohman </em> pada bacaan basmalah adalah <em>Na&#8217;at</em> dari lafadh Jalalah (Allah).</p>
<p>5. Qofiyatun = Qofiyah<br />
Fan (ilmu) ini mengatur bagaiman ujung satar awal harus sama dengan ujung satar tsani dalam suatu bait. Satar adalah potongan setengah bait dari suaatu nadhm. Misalnya kita punya suatu Nadhm </p>
<p><em>Al Hamdulillahil ladzi qod waffaqo # Lil &#8216;ilmi khoiro kholqihi wa lit tuqo</em><br />
Dari bait di atas, satu satar adalah dari <em>Al Hamdulillah</em> sampai <em>waffaqo</em>. Yang saya contohkan adalah Bahar Rojaz dimana satar awal harus sama rimanya dengan satar Tsani. Tapi, di bahar yang lain ketentuan itu berbeda. </p>
<p>6. Syi&#8217;run = Syi&#8217;ir<br />
Ilmu ini membahas tentang bagaiman cara membuat suatu Syi&#8217;iran tentunya dalam bahasa arab. Penulis tidak bisa menctohkan karena belum pernah mengkaji ilmu ini.</p>
<p>7. &#8216;Arudl = &#8216;Arudl<br />
Nah, tadi kita sedikit menyinggung masalah bahar. Dalam ilmu inilah istilah Bahar itu dipelajari. Bagaimana suatu nadhm bisa disusun dengan menggunakan enam belas bahar yang sudah ada. Salah satu kitab yang penulis tahu adalah Mukhtashor Syafi. </p>
<p>8. Isytiqoqun = Isytiqoq<br />
Pencetakan suatu lafadh dari lafadh yang lain adalah objek kajian ilmu ini. Jika kita ingin tahu, sebenarnya lafadh Allah-pun dicetak dari lafadh Ilahun setelah melalui perubahan-perubahan. Demikian pula dengan lafadh-lafadh yang lain.</p>
<p>9. Khottun = Khot<br />
Tulisan bahasa arab pun ada tata cara penulisannya. Nah, tata cara penulisan tersebut menjadi kajian ilmu ini. Dalam bahasa arab ada standar tujuh jenis tulisan, yaitu Naskhi, Kufi, Tsulusi, Riq&#8217;ah, Diwani, Diwani Jali, dan Farisi. Kitab yang penulis tahu, belum ada yang membahas ilmu ini.</p>
<p>10. Insyaau = Insya<br />
Ilmu ini membahas bagaiman membuat suatu kalam (kalimat) yang benar dalam bahasa arab. Biasanya latihan ilmu ini adalah dengan menyusun kalam dari runtutan kalimah yang sembarang. </p>
<p>11. Munadhoroh = Munadhoroh<br />
Kadang kala kita perlu ber-Munadhoroh (argumen) dengan pendapat orang lain. Nah, supaya argumen yang diungkapkan sesuai dengan aturan, dibuatlah ilmu ini.</p>
<p>12. Lughot = Lughot<br />
Ilmu ini membahas tentang mufrodat (kosa kata) dalam bahasa Arab. Semisal vocabulary dalam bahasa Inggris. </p>
<p>Nah, itulah versi 12 fan ilmu yang penulis dapat. Jika ada yang pernah mendengar versi yang lain, silakan ditulis di sini. Tidak hanya ilmu itu yang harus kita pelajari, masih banyak dan tidak akan bisa hitung jumlah ilmu yang  harus kita pelajari khususnya di bidang agama Islam. Semoga Allah meng-Istiqomah-kan kita agar tetap setia menjadi Thoolibul &#8216;Ilmi. Karena keutamaan yang Allah tawarkan sangatlah besar bagi orang pencari ilmu.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=149&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/minimal-12-fan-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Web SMP dan SMK Al Falah Dago</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/web-smp-al-falah-dago/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/web-smp-al-falah-dago/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah sekarang SMP dan SMK Al Falah Dago sudah memiliki web site yang resmi. Alamatnya di sini. Selamat menikmati webnya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=132&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah sekarang <a href="http://smp-alfalahdago.sch.id/">SMP</a> dan <a href="http://smkalfalah.net76.net/">SMK </a> Al Falah Dago sudah memiliki web site yang resmi. Alamatnya di sini. Selamat menikmati webnya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=132&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/28/web-smp-al-falah-dago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang Bilal bin Rabah</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/25/cerita-tentang-bilal-bin-rabah/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/25/cerita-tentang-bilal-bin-rabah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 16:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalkan! Namaku Bilal. Ayahku bernama Rabah, seorang budak dari Abesinia, oleh karena itu nama panjangku Bilal Bin Rabah. Aku tidak tahu mengapakah Ayah dan Ibuku sampai di sini, Makkah. Sebuah tempat yang hanya memiliki benderang matahari, hamparan sahara dan sedikit pepohonan. Aku seorang budak yang menjadi milik tuannya. Umayyah, biasa tuan saya itu dipanggil. Seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=69&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenalkan!<br />
Namaku Bilal. Ayahku bernama Rabah, seorang budak dari Abesinia, oleh karena itu nama panjangku Bilal Bin Rabah. Aku tidak tahu mengapakah Ayah dan Ibuku sampai di sini, Makkah. Sebuah tempat yang hanya memiliki benderang matahari, hamparan sahara dan sedikit pepohonan. Aku seorang budak yang menjadi milik tuannya. Umayyah, biasa tuan saya itu dipanggil. Seorang bangsawan Quraisy, yang hanya peduli pada harta dan kefanaan. Setiap jeda, aku harus bersiap kapan saja dilontarkan perintah. Jika tidak, ada cambuk yang menanti akan mendera bagian tubuh manapun yang disukainya.</p>
<p>Setiap waktu  adalah <span id="more-69"></span> sama, semua hari juga serupa tak ada bedanya, yakni melayani majikan dengan sempurna. Hingga suatu hari aku mendengar seseorang menyebutkan nama Muhammad. Tadinya aku tak peduli, namun kabar yang ku dengar membuatku selalu memasang telinga baik-baik. Muhammad, mengajarkan agama baru yaitu menyembah Tuhan yang maha tunggal. Tidak ada tuhan yang lain. Aku tertarik dan akhirnya, aku bersyahadat diam-diam.</p>
<p>Namun, pada suatu hari majikanku mengetahuinya. Aku sudah tahu kelanjutannya. Mereka memancangku di atas pasir sahara yang membara. Matahari begitu terik, seakan belum cukup, sebuah batu besar menindih dada ini. Mereka mengira aku akan segera menyerah. Haus seketika berkunjung, ingin sekali minum. Aku memintanya pada salah seorang dari mereka, dan mereka membalasnya dengan lecutan cemeti berkali-kali. Setiap mereka memintaku mengingkari Muhammad, aku hanya berucap &#8220;Ahad&#8230; ahad&#8221;. Batu diatas dada mengurangi kemampuanku berbicara sempurna. Hingga suatu saat, seseorang menolongku, Abu Bakar menebusku dengan uang sebesar yang Umayyah minta. Aku pingsan, tak lagi tahu apa yang terjadi.</p>
<p>Segera setelah sadar, aku dipapah Abu Bakar menuju sebuah tempat tinggal Nabi Muhammad. Kakiku sakit tak terperi, badanku hampir tak bisa tegak. Ingin sekali rubuh, namun Abu Bakar terus membimbingku dengan sayang. Tentu saja aku tak ingin mengecewakannya. Aku harus terus melangkah menjumpai seseorang yang kemudian ku cinta sampai nafas terakhir terhembus dari raga. Aku tiba di depan rumahnya. Ada dua sosok disana. Yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib sepupunya yang masih sangat muda dan yang di sampingnya adalah dia, Muhammad.</p>
<p>Muhammad, aku memandangnya lekat, tak ingin mata ini berpaling. Ku terpesona, jatuh cinta, dan merasakan nafas yang tertahan dipangkal tenggorokan. Wajahnya melebihi rembulan yang menggantung di angkasa pada malam-malam yang sering ku pandangi saat istirahat menjelang. Matanya jelita menatapku hangat. Badannya tidak terlalu tinggi tidak juga terlau pendek. Dia adalah seorang yang jika menoleh maka seluruh badannya juga. Dia menyenyumiku, dan aku semakin mematung, rasakan sebuah aliran sejuk sambangi semua pori-pori yang baru saja dijilati cemeti.</p>
<p>Dia bangkit, dan menyongsongku dengan kegembiraan yang nampak sempurna. Bahkan hampir tidak ku percaya, ada genangan air mata di pelupuk pandangannya. Ali, saat itu bertanya &#8220;Apakah orang ini menjahati engkau, hingga engkau menangis&#8221;. &#8220;Tidak, orang ini bukan penjahat, dia adalah seorang yang telah membuat langit bersuka cita&#8221;, demikian Muhammad menjawab. Dengan kedua tangannya, aku direngkuhnya, di peluk dan di dekapnya, lama. Aku tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti saat itu aku merasa terbang melayang ringan menjauhi bumi. Belum pernah aku diperlakukan demikian istimewa.</p>
<p>Selanjutnya aku dijamu begitu ramah oleh semua penghuni rumah. Ku duduk di sebelah Muhammad, dan karena demikian dekat, ku mampu menghirup wewangi yang harumnya melebihi aroma kesturi dari tegap raganya. Dan ketika tangan Nabi menyentuh tangan ini begitu mesra, aku merasakan semua derita yang mendera sebelum ini seketika terkubur di kedalaman sahara. Sejak saat itu, aku menjadi sahabat Muhammad.</p>
<p>Kau tidak akan pernah tahu, betapa aku sangat beruntung menjadi salah seorang sahabatnya. Itu ku syukuri setiap detik yang menari tak henti. Aku Bilal, yang kini telah merdeka, tak perlu lagi harus berdiri sedangkan tuannya duduk, karena aku sudah berada di sebuah keakraban yang mempesona. Aku, Bilal budak hitam yang terbebas, mereguk setiap waktu dengan limpahan kasih sayang Al-Musthafa. Tak akan ada yang ku inginkan selain hal ini.</p>
<p>Oh iya, aku ingin mengisahkan sebuah pengalaman yang paling membuatku berharga dan mulia. Inginkah kalian mendengarnya?</p>
<p>Di Yathrib, mesjid, tempat kami, umat Rasulullah beribadah telah berdiri. Bangunan ini dibangun dengan bahan-bahan sederhana. Sepanjang hari, kami semua bekerja keras membangunnya dengan cinta, hingga kami tidak pernah merasakan lelah. Nabi memuji hasil kerja kami, senyumannya selalu mengembang menjumpai kami. Ia begitu bahagia, hingga selalu menepuk setiap pundak kami sebagai tanda bahwa ia begitu berterima kasih. Tentu saja kami melambung.</p>
<p>Kami semua berkumpul, meski mesjid telah selesai dibangun, namun terasa masih ada yang kurang. Ali mengatakan bahwa mesjid membutuhkan penyeru agar semua muslim dapat mengetahui waktu shalat telah menjelang. Dalam beberapa saat kami terdiam dan berpandangan. Kemudian beberapa sahabat membicarakan cara terbaik untuk memanggil orang-orang.</p>
<p>&#8220;Kita dapat menarik bendera&#8221; seseorang memberikan pilihan.<br />
&#8220;Bendera tidak menghasilkan suara, tidak bisa memanggil mereka&#8221;<br />
&#8220;Bagaimana jika sebuah genta?&#8221;<br />
&#8220;Bukankah itu kebiasaan orang Nasrani&#8221;<br />
&#8220;Jika terompet tanduk?&#8221;<br />
&#8220;Itu yang digunakan orang Yahudi, bukan?&#8221;</p>
<p>Semua yang hadir di sana kembali terdiam, tak ada yang merasa puas dengan pilihan-pilihan yang dibicarakan. Ku lihat Nabi termenung, tak pernah ku saksikan beliau begitu muram. Biasanya wajah itu seperti matahari di setiap waktu, bersinar terang. Sampai suatu ketika, adalah Abdullah Bin Zaid dari kaum Anshar, mendekati Nabi dengan malu-malu. Aku bergeser memberikan tempat kepadanya, karena ku tahu ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Nabi secara langsung.</p>
<p>&#8220;Wahai, utusan Allah&#8221; suaranya perlahan terdengar. Mesjid hening, semua mata beralih pada satu titik. Kami memberikan kepadanya kesempatan untuk berbicara.</p>
<p>&#8220;Aku bermimpi, dalam mimpi itu ku dengar suara manusia memanggil kami untuk berdoa&#8230;&#8221; lanjutnya pasti. Dan saat itu, mendung di wajah Rasulullah perlahan memudar berganti wajah manis berseri-seri. &#8220;Mimpimu berasal dari Allah, kita seru manusia untuk mendirikan shalat dengan suara manusia juga….&#8221;. Begitu nabi bertutur.</p>
<p>Kami semua sepakat, tapi kemudian kami bertanya-tanya, suara manusia seperti apa, lelakikah?, anak-anak?, suara lembut?, keras? atau melengking? Aku juga sibuk memikirkannya. Sampai kurasakan sesuatu diatas bahuku, ada tangan Al-Musthafa di sana. &#8220;Suara mu Bilal&#8221; ucap Nabi pasti. Nafasku seperti terhenti.</p>
<p>Kau tidak akan pernah tahu, saat itu aku langsung ingin beranjak menghindarinya, apalagi semua wajah-wajah teduh di dalam mesjid memandangku sepenuh cinta. &#8220;Subhanallah, saudaraku, betapa bangganya kau mempunyai sesuatu untuk kau persembahkan kepada Islam&#8221; ku dengar suara Zaid dari belakang. Aku semakin tertunduk dan merasakan sesuatu bergemuruh di dalam dada. &#8220;Suaramu paling bagus duhai hamba Allah, gunakanlah&#8221; perintah nabi kembali terdengar. Pujian itu terdengar tulus. Dan dengan memberanikan diri, ku angkat wajah ini menatap Nabi. Allah, ada senyuman rembulannya untukku. Aku mengangguk.</p>
<p>Akhirnya, kami semua keluar dari mesjid. Nabi berjalan paling depan, dan bagai anak kecil aku mengikutinya. &#8220;Naiklah ke sana, dan panggillah mereka di ketinggian itu&#8221; Nabi mengarahkan telunjuknya ke sebuah atap rumah kepunyaan wanita dari Banu&#8217;n Najjar, dekat mesjid. Dengan semangat, ku naiki atap itu, namun sayang kepalaku kosong, aku tidak tahu panggilan seperti apa yang harus ku kumandangkan. Aku terdiam lama.</p>
<p>Di bawah, ku lihat wajah-wajah menengadah. Wajah-wajah yang memberiku semangat, menelusupkan banyak harapan. Mereka memandangku, mengharapkan sesuatu keluar dari bibir ini. Berada diketinggian sering memusingkan kepala, dan ku lihat wajah-wajah itu tak mengharapkan ku jatuh. Lalu ku cari sosok Nabi, ada Abu Bakar dan Umar di sampingnya. &#8220;Ya Rasul Allah, apa yang harus ku ucapkan?&#8221; Aku memohon petunjuknya. Dan kudengar suaranya yang bening membumbung sampai di telinga &#8221; Pujilah Allah, ikrarkan Utusan-Nya, Serulah manusia untuk shalat&#8221;. Aku berpaling dan memikirkannya. Aku memohon kepada Allah untuk membimbing ucapanku.</p>
<p>Kemudian, ku pandangi langit megah tak berpenyangga. Lalu di kedalaman suaraku, aku berseru :</p>
<p>Allah Maha Besar. Allah Maha Besar<br />
Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah<br />
Aku bersaksi bahwa Muhammad Utusan Allah<br />
Marilah Shalat<br />
Marilah Mencapai Kemenangan<br />
Allah Maha Besar. Allah Maha Besar<br />
Tiada Tuhan Selain Allah.</p>
<p>Ku sudahi lantunan. Aku memandang Nabi, dan kau akan melihat saat itu Purnama Madinah itu tengah memandangku bahagia. Ku turuni menara, dan aku disongsong begitu banyak manusia yang berebut memelukku. Dan ketika Nabi berada di hadapan ku, ia berkata &#8220;Kau Bilal, telah melengkapi Mesjidku&#8221;.</p>
<p>Aku, Bilal, anak seorang budak, berkulit hitam, telah dipercaya menjadi muadzin pertama, oleh Dia, Muhammad, yang telah mengenyahkan begitu banyak penderitaan dari kehidupan yang ku tapaki. Engkau tidak akan pernah tahu, mengajak manusia untuk shalat adalah pekerjaan yang dihargai Nabi begitu tinggi. Aku bersyukur kepada Allah, telah mengaruniaku suara yang indah. Selanjutnya jika tiba waktu shalat, maka suaraku akan memenuhi udara-udara Madinah dan Makkah.</p>
<p>Hingga suatu saat,</p>
<p>Manusia yang paling ku cinta itu dijemput Allah dengan kematian terindahnya. Purnama Madinah tidak akan lagi hadir mengimami kami. Sang penerang telah kembali. Tahukah kau, betapa berat ini ku tanggung sendirian. Aku seperti terperosok ke sebuah sumur yang dalam. Aku menangis pedih, namun aku tahu sampai darah yang keluar dari mata ini, Nabi tak akan pernah kembali. Di pangkuan Aisyah, Nabi memanggil `ummatii… ummatiii&#8217; sebelum nafas terakhirnya perlahan hilang. Aku ingat subuh itu, terkakhir nabi memohon maaf kepada para sahabatnya, mengingatkan kami untuk senantiasa mencintai kalam Ilahi. Kekasih Allah itu juga mengharapkan kami untuk senantiasa mendirikan shalat. Jika ku kenang lagi, aku semakin ingin menangis. Aku merindukannya, sungguh, betapa menyakitkan ketika senggang yang kupunya pun aku tak dapat lagi mendatanginya.</p>
<p>Sejak kematian nabi, aku sudah tak mampu lagi berseru, kedukaan yang amat membuat ku lemah. Pada kalimat pertama lantunan adzan, aku masih mampu menahan diri, tetapi ketika sampai pada kalimat Muhammad, aku tak sanggup melafalkannya dengan sempurna. Adzanku hanya berisi isak tangis belaka. Aku tak sanggup melafalkan seluruh namanya, `Muhammad&#8217;. Jangan kau salahkan aku. Aku sudah berusaha, namun, adzanku bukan lagi seruan. Aku hanya menangis di ketinggian, mengenang manusia pilihan yang menyayangiku pertama kali. Dan akhirnya para sahabat memahami kesedihan ini. Mereka tak lagi memintaku untuk berseru.</p>
<p>Sekarang, ingin sekali ku memanggil kalian… memanggil kalian dengan cinta. Jika kalian ingin mendengarkan panggilanku, dengarkan aku, akan ada manusia-manusia pilihan lainnya yang mengumandangkan adzan. Saat itu, anggaplah aku yang memanggil kalian. Karena, sesungguhnya aku sungguh merindui kalian yang bersegera mendirikan shalat.</p>
<p>Alhamdulillah kisahku telah sampai, ku sampaikan salam untuk kalian.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=69&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/25/cerita-tentang-bilal-bin-rabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemah Bakti Santri (KBS)</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/13/kemah-bakti-santri-kbs/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/13/kemah-bakti-santri-kbs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 08:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Khirun Nas, An fa&#8217;uhum Lin Nass&#8230;.Sebaik-baiknya manusia, adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Itulah salah satu bunyi hadits Nabi Muhammad SAW. yang bisa menjadi motivasi untuk kita agar bisa berbuat baik, bermanfaat bagi orang lain. Pun demikian dengan santri/at Pondok Pesantren Al Falah Dago. Dalam upaya pembentukan jiwa santri/at yang bermanfaat bagi masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=65&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Khirun Nas, An fa&#8217;uhum Lin Nass&#8230;.</em>Sebaik-baiknya manusia, adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.</p>
<p>Itulah salah satu bunyi hadits Nabi Muhammad SAW. yang bisa menjadi motivasi untuk kita agar bisa berbuat baik, bermanfaat bagi orang lain. Pun demikian dengan santri/at Pondok Pesantren Al Falah Dago. Dalam upaya pembentukan jiwa santri/at yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, pihak Pondok Pesantren membuat suatu kegiatan rutin yang mengasah kepekaan santri/at terhadap keadaan masyarakat sekitar. Kemah Bakti Santri adalah salah satu kegiatan tersebut.</p>
<p>Pada kegiatan ini <span id="more-65"></span>, peran bakti seorang santri sangat terasa sekali, terutama ketika berada di lingkungan yang memang memerlukan keberadaan seorang santri. Setiap santri yang terlibat akan dilatih bagaimana menjadi santri yang nanti<br />
siap terjun ke dunia masyarakat. Berikut adalah rincian kegiatannya.</p>
<p><strong>Pencarian Dana</strong></p>
<p>Pada tahap ini, panitia dituntut untuk belajar membuat proposal kegiatan yang bagus, anggaran kegiatan yang jelas, dan tentunya mencari donatur yang tepat. Selain itu, diperlukan juga kemampuan melobi bagi santri yang membagikan proposal ke para donatur.</p>
<p><strong>Pencarian Tempat </strong></p>
<p>Tempat yang strategis, sesuai dengan kriteria daerah yang butuh bantuan, dan akses yang tidak terlalu sulit adalah hal yang harus dilakukan pada tahap ini. Biasanya, survei yang dilakukan lebih dari tiga lokasi. Kemampuan penjelajah, koneksi, dan stamina yang kuat adalah bekal mutlak yang harus dimiliki santri pada bagian ini.</p>
<p><strong>Perizinan</strong></p>
<p><strong> </strong>Setelah tempat dapat, tidak dengan mudah kita bisa menggunakannya. Agar kegiatan kita terjamin, birokrasi dengan pihak yang berwenang baik itu Polisi ataupun aparat pemerintah dan pemuka agama harus diurus dengan baik. Karena bersifat sosial, bagian ini biasanya tidak terlalu sulit dilaksanakan.</p>
<p>Kegiatan-kegiatan selama Kemah Bakti Santri itu sendiri bervariasi setiap tahunnya. Tapi yang mutlak harus ada adalah Tabligh Akbar sebagai Syiar Islam, pengobatan gratis, dan acara outbond santri/at. Akan tetapi, sekarang trend KBS ini sering dibarengkan dengan perayaan tahun baru masehi dan acara tambahannya pun cukup meriah, yaitu pembakaran belasan kembang api dengan ukuran yang besar.</p>
<p>Semoga acara KBS ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun dan nama Al Falah semakin terkenal di dunia Pondok Pesantren di Jawa Barat.</p>
<p><a href="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/kbs.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-67" title="kbs" src="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/kbs.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=65&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/13/kemah-bakti-santri-kbs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/kbs.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kbs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>K.H Badruzzaman</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/k-h-badruzzaman/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/k-h-badruzzaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 19:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[  Beliau adalah salah satu guru dari pendiri Pondok Pesantren Al Falah Dago. Berikut adalah adalah biografinya diambil dari http://4binajwa.wordpress.com/, selamat membaca. KH. Badruzzaman lahir tahun 1900 di Pesantren Al-Falah Biru Garut, putra kelima dari sembilan bersaudara dari KH. Faqih bin KH. Adza’i. Beliau mengaji kepada ayahnya, dan pamannya dari pihak Ibu di Pesantren Pangkalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=45&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Beliau adalah salah satu guru dari pendiri Pondok Pesantren Al Falah Dago. Berikut adalah adalah biografinya diambil dari http://4binajwa.wordpress.com/, selamat membaca.</p>
<p>KH. Badruzzaman lahir tahun 1900  <span id="more-45"></span> di Pesantren Al-Falah Biru Garut, putra kelima dari sembilan bersaudara dari KH. Faqih bin KH. Adza’i. Beliau mengaji kepada ayahnya, dan pamannya dari pihak Ibu di Pesantren Pangkalan Tarogong yakni KH. R. Qurtubi dan selanjutnya pindah ke pondok yang di asuh oleh kakaknya KH. Bunyamin ( Syekh Iming ) di Ciparay Bandung. Kemudian ia mendalami ilmu di Pondok Pesantren Cilenga Tasikmalaya, selanjutnya di Pondok Pesantren Balerante Cirebon.</p>
<p>Pada tahun 1920 M Badruzzaman bersama kakaknya Bunyamin berangkat ke Tanah Suci untuk mendalami ilmu agama, bermukim selama 3 tahun. Tahun 1926 M beliau ke Makkah lagi untuk kedua kalinya bermukim selama 7 tahun. Di antara guru-gurunya di Makkah adalah : Syekh Alawi al-Maliki ( Mufti Makkah dari madzhab Maliki ) dan Syekh Sayyid Yamani ( Mufti Makkah dari madzhab Syafi’I ). Di Makkah, beliau mempunyai teman diskusi yaitu, KH. Kholil dari Bangkalan Madura. Sedangkan di Madinah beliau ber guru pada Syekh Umar Hamdan ( seorang ulama ahli hadits dari mazhab Maliki ).</p>
<p>Pada tahun 1933 KH. Badruzzaman kembali ke Tanah Air dan langsung memimpin Pondok Pesantren Al-Falah Biru melanjutkan ayahandanya bersama dengan kakaknya KH. Bunyamin. Di pesantrennya beliau mengem bangkan berbagai disiplin ilmu ke-Islaman : Tafsir, Hadits, Fiqih dan Usul Fiqih ilmu Tasawuf, Nahwu, Sharaf, Ma’ani, Badi’, Bayan, ilmu Arud dan ilmu Maqulat.</p>
<p>Ketika Revolusi beliau terjun dan bergabung dengan Hizbullah memimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda dengan mengkader para mujahid melalui khalwat. Karena Pesantren Al-Falah Biru tidak aman dan menjadi sasaran se rangan musuh, beliaupun mengungsi di Cikalong Wetan ( Purwakarta ), Padalarang, Majenang ( Jawa Tengah ) dan Taraju ( Tasik ) dengan terus mengembangkan ilmu agama di tempat-tempat itu.</p>
<p>Dalam kehidupan politik dan organisasi, KH. Badruz zaman beserta Kyiai lain diantaranya KH. Mustafa Kamil mendirikan Organisasi Al-Muwafaqoh sebagai wadah penya lur aspirasi umat Islam untuk mengusir penjajah Belanda dan dipercaya sebagai Ketua. Pada Tahun 1942 M, KH. Badruzzaman bersama dengan KH. Ahmad Sanusi Sukabu mi mendirikan Persatuan Ulama, untuk mengikat Ulama dalam satu wadah, tahun 1951 M organisasi ini berfusi dengan Persyarikatan Ummat Islam di Majalengka yang kemudian menjadi Persatuan Ummat Islam (PUI).</p>
<p>Setelah kemerdekaan, tepatnya tahun 1945 M KH. Badruzzaman bergabung dengan Masyumi dan dipercaya sebagai anggota Majlis Syura dan kemudian aktif di PSII sebagai Ketua Masywi ( Majelis Syar’i wal Ibadat ) wilayah Jawa Barat dan pada tahun 1967 M atas ajakan keluarga dekatnya KH. Badruzzaman masuk Partai PERTI ( Persatuan Tarbiyah Islamiyah ) duduk sebagai Majlis Tahkim.</p>
<p>Beliau mempelajari kitab-kitab yang membahas Tarekat Tijaniyah diantaranya Kitab Jawahir al-Ma’ani yang disusun oleh Syekh Ali Harazim, Kitab Bughyah al-Mustafid yang disusun oleh Sayyid Al-Arobi dan Kitab Al-Jaisyulkafil yang dikarang oleh Muhammad Al-Sinqiti untuk selanjutnya mendiskusikan hasil Muthala’ahnya dengan Muqaddam Tarekat Tijaniyyah, yaitu dengan Syekh KH. Usman Dhomiri ( salah seorang Muqadam Tarekat Tijaniyyah Jawa Barat ), Syekh Abbas Buntet Cirebon, KH. Sya’roni dari Jatibarang ( Brebes Jawa Tengah ) untuk selanjutnya beliau mengamal kan Tarekat Tijaniyyah dengan mendapatkan ijazah dari Syekh Usman Dhomiri. Ketika beliau di Makkah beliau mendalami ilmu Tarekat Tijaniyyah, salah satu Tarikat Mu’tabaroh dari Syekh Ali At-Thoyyib ( Mufti Harommain dari madzhab Syafi’I ) dan beliau diangkat sebagai Muqoddam.</p>
<p>Dalam mengembangkan tarekat Tijaniyah, beliau mengangkat beberapa wakilnya di beberapa daerah diantaranya KH. Mukhtar Gozali di Pondok Pesantren Al-Falah, KH. Ma’mun, tokoh masyarakat dan ulama di Samarang ( Garut ), KH. Endung ( Ulama di Cioyod-Cibodas Garut ), KH. Imam Abdussalam ( Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul-Falihin Ciheulang Bandung ), KH. Mahmud ( Ulama di Padalarang Bandung ) dan KH. M. Fariqi ( Ulama di Pekalongan Jawa Tengah ).</p>
<p>KH. Badruzzaman masih sempat menyusun karya ilmiah dalam berbagai bidang disiplin ilmu ke-Islaman, diantaranya Risalah Tauhid dan Allohu Robbuna ( Bidang Tauhid ) Kaifiyat Shalat, Kaifiyat Wudhu ( bidang Fiqih ) yang mana kedua buku tersebut berdasarkan Fiqih Madzhab Syafi’i, selain itu beliau juga menyusun Nadhom Taqrib dan memberi Sarah Safinatun Naja karya Syekh Nawawi al-Bantani; Risalah ilmu Nahwu, Risalah Ilmu Saraf, Nadhom Jurumiah ( Bidang Nahwu Sharaf ); dan beliau menyusun ilmu Bayan dalam bentuk Nadhom; serta kitab Siklus Sunni ( bidang Tashawuf ). Beliau wafat pada awal tahun 1972 M tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan 1390 H dalam usia kurang lebih 72 tahun, dan dimakamkan di samping masjid Pondok Pesantren Al-Falah Biru Garut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=45&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/k-h-badruzzaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendiri Al Falah Dago</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/pendiri-al-falah-dago/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/pendiri-al-falah-dago/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 19:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah K.H. Saepudin Ahmad (Alm) dan lebih dikenal dengan sebutan Ustd. Idi. Dengan modal pengalaman perjuangan menegakkan agama Islam, beliau mendirikan suatu Pondok Pesantren di Kota Bandung Utara. Berdasarkan sejarah yang kami himpun, Pondok Pesantren Al Falah Dago yang beliau dirikan adalah gerbang pintu masuk kebudayaan agama Islam di Kota Bandung Utara, bersama pesantren-pesantren [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=39&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/5216_1097376120575_1411797216_30310592_426466_n.jpg"><em><img class="size-medium wp-image-47 aligncenter" title="5216_1097376120575_1411797216_30310592_426466_n" src="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/5216_1097376120575_1411797216_30310592_426466_n.jpg?w=204&#038;h=271" alt="" width="204" height="271" /></em></a></p>
<p>Beliau adalah K.H. Saepudin Ahmad (Alm) dan lebih dikenal dengan sebutan Ustd. Idi. Dengan modal pengalaman perjuangan menegakkan agama Islam, beliau mendirikan suatu Pondok Pesantren di Kota Bandung Utara. Berdasarkan sejarah yang kami himpun, Pondok Pesantren Al Falah Dago yang beliau dirikan adalah gerbang pintu masuk kebudayaan agama Islam di Kota Bandung Utara, bersama pesantren-pesantren lainnya. Dengan tabi’at yang tegas, ulet, dan istiqomah, beliau melakukan da’wah agama Islam khususnya di daerah Bandung, umumnya di daerah Jawa Barat lainnya. Ketegasan beliau bisa disimak dari sejarah yang menceritakan bahwa beliau pernah ditangkap dan dimasukkan ke penjara karena dianggap berbahaya dalam da’wah agama Islam.  <span id="more-39"></span> Penangkapan itu bahkan berulang kali terjadi pada masa Kolonial Belanda, Jepang, dan Orde Lama. Akan tetapi, setelah keluar dari penjara bahkan semasa di penjara, beliau tetap eksis dalam jalur da’wah yang telah membesarkan namanya.</p>
<p>Upaya pendirian lembaga pendidikan Islam Al Falah Dago beliau mulai dengan membangun mesjid Jami’ Al Falah. Hal ini didasarkan karena kebudayaan agama Islam rata-rata dimulai dari berdirinya suatu mesjid di suatu daerah. Beberapa waktu kemudian, beliau membangun Pondok Pesantren tipe salafi tradisional, yang mengkaji kitab kuning dan lebih fokus pada pengajian ilmu Tajwid (ilmu tata baca Al Qur’an). Karena kemahirannya, sampai saat ini di Pondok Pesantren Al Falah masih digunakan kitab tukilan beliau tentang ilmu tajwid. Dari Pondok Pesantren ini, terlahirlah orang-orang berprestasi seperti H. Umar dan Drs H Ahmad Asep Jaelani,MM (pendiri dan pembina Yayasan Miftahul Khoir), Harun Djuned, Ph.D (Dosen Fakultas Peternakan Unpad), dan masih banyak alumni berprestasi lainnya. Santri yang tinggal di Pesantren terdiri dari siswa yang bersekolah di lingkungan Yayasan Islam Al Falah, mahasiswa yang kuliah di sekitar Dago seperti di ITB, Unpad, Unisba, UPI Bandung, Unpas, Unikom, bahkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.</p>
<p>Merasa kurang terfasilitasi gerak da’wahnya, beliau kemudian mendirikan SD, Madrasah Tsanawiyah (sekarang SMP), SMA, dan terakhir SMK. Alhamdulillah, sampai pada akhir hayatnya beliau bisa menyelesaikan dibantu oleh rekan-rekannya di lingkungan Al Falah. Karena berawal dari inisiatif untuk berda’wah agama Islam, beliau tetap menyertakan mata pelajaran agama Islam di semua unit pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Islam Al Falah.</p>
<p>Berdasarkan sejarah yang ada, beliau sangat terkenal dengan ketegasannya dalam amar ma’ruf nahi munkar. Setiap kali waktu shubuh tiba, beliau tidak segan-segan untuk membangunkan santrinya mengajak ibadah walaupun harus dengan memukul santri tersebut. Bahkan, untuk santri yang sudah terbiasa, sekali mendengar suara sandalnya di asrama Pesantren, pasti dia langsung terbangun seraya siap melaksanakan ibadah di pagi hari.</p>
<p>Walaupun beliau seorang pemuka agama islam, tapi beliau jarang memperlihatkan ciri khasnya, terutama dalam berpakaian. Biasanya untuk ukuran seorang pendiri Pesantren di Jawa Barat, selendang dan peci putih adalah pakaian yang tidak selalu lepas. Akan tetapi, bagi beliau itu adalah pakaian yang sangat ‘mahal’ harganya, sehingga karena kerendahan hatinya, beliau jarang menggunakannya. Bagi seseorang yang sekilas melihatnya mungkin tidak akan terpikirkan bahwa beliau adalah Kiyai yang memiliki ilmu tinggi dan semangat da’wah yang besar.</p>
<p>Pada tanggal 30 Oktober 1998, beliau wafat di rumah beliau di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Dago. Salah satu pesan beliau adalah “Imah ieu lain imah apa. Tapi imah ieu imah pikeun anu daek ngurus Al Falah” (Rumah ini bukan rumah apa (sebutan beliau), tapi rumah bagi yang mau mengurus Al Falah). Subhanallah, terlihat sekali sifat Tawadlu’ yang dimiliki beliau. Berdasarkan washiat tersebut, saat ini rumah beliau ditempati oleh pengasuh Al Falah saat ini, yaitu Ustd. A. Suganda, S.Ag.</p>
<p>Itulah sedikit kisah mengenai beliau, mohon maaf apabila ada tulisan yang salah dan tidak berkenan di hati. Semoga arwah beliau diterima oleh Allah Swt., dan ditempatkan di tempat yang semestinya. Amin Ya Robbal Alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=39&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/pendiri-al-falah-dago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ponpesalfalah.files.wordpress.com/2010/02/5216_1097376120575_1411797216_30310592_426466_n.jpg?w=217" medium="image">
			<media:title type="html">5216_1097376120575_1411797216_30310592_426466_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Milad Al Falah ke-60</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/milad-al-falah-ke-60/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/milad-al-falah-ke-60/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 19:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 30 Januari 2010, Yayasan Islam Al Falah mengadakan acara Milad ke-60. Acara puncak pada Milad kali ini adalah pengajian Tabligh Akbar yang diisi oleh Ketua MUI Jawa Barat, Prof. K.H. Hafidz Utsman. Selain itu, pada acara itu digelar pula temu alumni yang diisi oleh acara diskusi dan ramah tamah antar para alumni di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=40&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 30 Januari 2010, Yayasan Islam Al Falah mengadakan acara Milad ke-60. Acara puncak pada Milad kali ini adalah pengajian Tabligh Akbar yang diisi oleh Ketua MUI Jawa Barat, Prof. K.H. Hafidz Utsman. Selain itu, pada acara itu digelar pula temu alumni yang diisi oleh acara diskusi dan ramah tamah antar para alumni di Aula Pondok Pesantren Al Falah Dago.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=40&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2010/02/08/milad-al-falah-ke-60/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muqoddimah Surat Al Jumu&#8217;ah</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/12/04/muqoddimah-surat-al-jumuah/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/12/04/muqoddimah-surat-al-jumuah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 08:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/12/04/muqoddimah-surat-al-jumuah/</guid>
		<description><![CDATA[Surat Al Jumu&#8217;ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash Shaf. Nama surat Al Jumu&#8217;ah diambil dari kata Al Jumu&#8217;ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya: hari Jum&#8217;at. Pokok-pokok isinya: Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, diantaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=36&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat Al Jumu&#8217;ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash Shaf. Nama surat Al Jumu&#8217;ah diambil dari kata Al Jumu&#8217;ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya: hari Jum&#8217;at. </p>
<p>Pokok-pokok isinya: </p>
<p>Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, diantaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut; mengajak orang-orang mukmin supaya taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=36&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/12/04/muqoddimah-surat-al-jumuah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah seharian gak bisa nginstall Matlab 2007 di kantor</title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/30/setelah-seharian-gak-bisa-nginstall-matlab-2007-di-kantor/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/30/setelah-seharian-gak-bisa-nginstall-matlab-2007-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 10:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/30/setelah-seharian-gak-bisa-nginstall-matlab-2007-di-kantor/</guid>
		<description><![CDATA[Memang penat ketika saya seharian gak bisa nginstall Matlab sebagai tools TA saya. Sore ini, ya mudah-mudahan tulisan ini sedikit menghibur kepenatan ini. Ketika kita membicarakan penafsiran Al Qur&#8217;an, salah satu hal penting adalah pehamanan kita terhadap tata bahasa Arab. Kenapa? Ya karena Al Qur&#8217;an diturunkan dalam bahasa arab. Hikmah diturunkannya Al Qur&#8217;an dalam bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=35&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang penat ketika saya seharian gak bisa nginstall Matlab sebagai tools TA saya. Sore ini, ya mudah-mudahan tulisan ini sedikit menghibur kepenatan ini.  Ketika kita membicarakan penafsiran Al Qur&#8217;an, salah satu hal penting adalah pehamanan kita terhadap tata bahasa Arab. Kenapa? Ya karena Al Qur&#8217;an diturunkan dalam bahasa arab. Hikmah diturunkannya Al Qur&#8217;an dalam bahasa Arab sendiri adalah karena dulu ketika Allah Swt. mensyari&#8217;atkan agama islam, keadaan bangsa Arab sangatlah jahiliyah dengan tingkat kekufuran yang sangat. (&#8230;&#8230;..الاعراب اشّد كفرا).  Buruknya akhlak bangsa arab ketika itu berbanding terbalik dengan kebudayaan yang mereka miliki. Perkataan yang mereka keluarkan seringkali dikemas dalam bentuk syair, nadzom (lagu), dan jenis karya lainnya yang sebenarnya memiliki nilai sastra yang tinggi. Akan tetapi, tingginya sastra budaya bangsa arab ketika itu langsung kalah dengan indahnya bahasa Al Qur&#8217;an.   Jadi, bisa dikatakan pada waktu itu para penyair yang tangguh sangat terpukul telak dengan hadirnya Al Qur&#8217;an dengan nilai sastra tiada tandingan. Bahkan sampai ada yang membenarkan bahwa tingginya nilai sastra Al Qur&#8217;an mengindikasikan bahwa ucapan (baca:Al Qur&#8217;an) itu bukan berasal dari makhluk.   Nah, sebenarnya ilmu apa sih yang terkandung dalam Al Qur&#8217;an dilihat dari ketatabahasaannya? Ilmu Tata Bahasa Arab (Nahwu &amp; Shorof) merupakan salah satunya. Dengan ilmu ini, kita bisa tahu jabatan suatu kata (kata dalam bahasa arab diartikan sebagai &#8216;kalimah&#8217;), arti yang cocok untuk bentuk (shighat itu), dan aturan pengharokatannya. Tidak hanya dengan ilmu itu, jika kita ingin lebih mengeksplor ma&#8217;nanya, kita minimal memerlukan tiga ilmu lainnya. Kombinasi tiga ilmu ini sering disebut ilmu Balaghoh.    Ilmu yang pertama adalah Ilmu Ma&#8217;ani. Mengutip dari blog orang lain bahwa  &#8220;Ilmu Ma&#8217;ani adalah pokok-pokok dan dasar-dasar untuk mengetahui tata cara menyesuaikan kalimat kepada kontekstualnya (muqtadhal halnya) sehingga cocok dengan tujuan yang dikehendaki.&#8221;. Gambarannya gini. Misalnya ketika kita berbicara di depan anak-anak dengan berbicara di depan bapak-bapak pasti kita bisa membedakan bukan? Nah, membedakannya itu dengan ilmu tersebut.   Ilmu yang kedua adalah Ilmu Bayan. Dari blog yang sama, bahwa ilmu ini adalah “Dasar-dasar dan kaidah-kaidah untuk mengetahui cara menyampaikan satu makna dengan beberapa cara yang sebagiannya berbeda dengan sebagian yang lain dalam menjelaskan segi penunjukan terhadap keadaan makna tersebut.” Lebih faham kalau saya analogikan ilmu ini dengan ilmu majas dalam bahasa indonesia. Kan ada majas perbandingan, perumpamaan, dll.   Ilmu yang ketiga adalah Ilmu Badi&#8217;. Sama sumbernya dengan dua di atas, ilmu ini adalah “Suatu ilmu yang dengannya diketahui segi-segi dan keistimewaan-keistimewaan yang dapat membuat kalimat semakin indah, bagus dan menguasinya dengan kebaikan dan keindahan setelah kalimat tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi serta jelas makna yang dikehendaki.”. Misalnya ketika kita berbicara di depan hadirin pada suatu acara resepsi seringkali kita berucap dengan pantun-pantun yang berima, berpola, dan bernada sehingga enak didengar. Nah, kalo di dalam bahasa arab namanya ilmu Badi&#8217;.  Ilmu Pertama yang harus pertama dikaji, selanjutnya langsung ke ilmu yang kedua dan yang ketiga. Tentu dengan pemahaman ketiga ilmu itu ditambah Tata Bahasa Arab (Nahwu &amp; Sharaf) tadi, kita insya Allah akan mudah untuk mempelajari isi Al Qur&#8217;an.  Walaupun Al Qur&#8217;an berasal dari bahasa Arab, janganlah kita beranggapan bahwa Al Qur&#8217;an harus mengikuti kaidah keempat ilmu di atas, justru sebaliknya keempat ilmu itu bersumber dari Al Qur&#8217;an. Jadi, ketika kita sudah sangat menguasai keempat ilmu itu dan menemukan ketidaksesuaian aturan atau ma&#8217;na Al Qur&#8217;an dengan keempat ilmu tersebut, maka kita jangan berani menyalahkan Al Qur&#8217;an. Jika terjadi hal tersebut, berarti ilmu itu belum bisa mengambil seluruh sumber dari Al Qur&#8217;an (Subhanallah&#8230;).  Seperti itulah yang saya fahami mengenai ilmu tersebut. Dan sebenarnya masih banyak ilmu yang lain lagi. Mohon masukan dan diskusinya&#8230; Terima Kasih,,,, (Kok Out of Topic dari judulnya ya??)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=35&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/30/setelah-seharian-gak-bisa-nginstall-matlab-2007-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/29/34/</link>
		<comments>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/29/34/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pondok Pesantren Al Falah Dago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/29/34/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti tahun sebelumnya, di akhir masa ajaran ini Pondok Pesantren Al Falah menyelenggarakan tes akhir tahun. Tes ini menguji kemampuan seluruh santri/at dalam memahami isi mata pelajaran yang diberikan selama satu tahun. Bentuk tes ini diserahkan sepenuhnya kepada para ustadz/ah. Namun, jenis ujian biasanya kebanyakan dalam bentuk tes tulis. Untuk jenis pelajaran hafalan (baca:Tahfidz), para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=34&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti tahun sebelumnya, di akhir masa ajaran ini Pondok Pesantren Al Falah menyelenggarakan tes akhir tahun. Tes ini menguji kemampuan seluruh santri/at dalam memahami isi mata pelajaran yang diberikan selama satu tahun.</p>
<p>Bentuk tes ini diserahkan sepenuhnya kepada para ustadz/ah. Namun, jenis ujian biasanya kebanyakan dalam bentuk tes tulis. Untuk jenis pelajaran hafalan (baca:Tahfidz), para ustadz/ah menyelenggarakan juga jenis tes hafalan.</p>
<p>Kurikulum sebagai bagian yang paling bertanggujawab dalam penyelenggaraan tes ini bekerja sama dengan para ustadz/ah, pengurus pesantren serta pengasuh dalam melakukan serangkaian tes ini. Rangkaian tersebut terdiri dari sosialisasi tes, pelaksanaan tes, pemeriksaan hasil tes, pengumpulan nilai keseluruhan, dan kenaikan kelas.</p>
<p>Di akhir ajaran ini, kurikulum serta jajaran ustadz/ah berhasil menyeleksi santri/at yang berhasil naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi.</p>
<p>Selamat bagi yang sudah naik kelas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesalfalah.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesalfalah.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesalfalah.wordpress.com&amp;blog=3775225&amp;post=34&amp;subd=ponpesalfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesalfalah.wordpress.com/2009/06/29/34/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/520bb6de2f0253a189dd5368ec6a8648?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesalfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
